Star Profile Star Rates Star Programs Star Highlights Star Crew Star Contact
Hotline
(0343) 637575
(0343) 637676
SMS
081 83 10755
081 555711055
 
 
Daily Programs Bi-weekly Programs Weekly Programs   Special Programs
Weekday Schedules Weekend Schedules
|Showcase|
|Profile|
 
AUDIOSLAVE
Out Of Exile
Betapa sulitnya keluar dari bayang-bayang. Itulah kata yang pas untuk Audioslave. Out of Exile, album keduanya, tetap saja tak bisa menghilangkan ciri khas dari dua band yang telah melebur kepada mereka secara individu, Rage Against The Machine (RATM) dan Soundgarden.

Bau RATM muncul lewat permainan Tom Morello, Brad Wilk, dan Tim C. yang tidak mungkin bisa hilang. Sebaliknya, bunyi Soundgarden lewat vocal Chris Cornell tetap saja kental.

Dan dari sini terlihat jelas bahwa musik yang mereka mainkan tidak lebih dari leburan RATM yang mengiringi Cornell bernyanyi. Sebenarnya ini bukanlah gejala baru. Saat mereka merilis album pertamanya, tiga tahun lalu, gelagat seperti itu sudah kentara. Bunyi alternatif rock yang keluar dari kerongkongan Cornel, yang dibaluti raungan gitar khas Morello, tetap tak bisa menghindarkan pengaruh musik dua grup itu. Maklumlah, publik sudah terlanjur terpesona dengan performa masing-masing personel di band sebelumnya. Dengan album kedua yang bertajuk Out of Exile ini mereka kembali tertatih-tatih. Walaupun secara jujur harus diakui beroleh hasil. Sound dari band ini lebih sedikit merekat dan mulai tumbuh menjadi sebuah campuran yang unik.

Tapi, hal ini bukanlah inovasi yang mengagumkan. Permainan gitar Tom Morello masih sama saja dengan yang disuguhkan di RATM. Sebaliknya, vokal Cornell masih tercium bau grunge-nya. Coba dengarkan Drown Me Slowly dan lagu-lagu lainnya seperti Be Yourself, Yesterday to Tomorrow, atau The Worm.

 
AVENGED SEVENFOLD
Avenged Sevenfold
Ini adalah album penuh keempat dari Kuartet asal Huntington Beach, California yang menamakan dirinya Avenged Sevenfold. Album ini resmi rilis 30 Oktober 2007 dibawah bendera Warner Bros, yang merupakan album kedua Band ini dibawah naungan Major Label tersebut. Album ini mempunyai perbedaan yang tidak begitu mencolok dari album sebelumnya (City Of Evil) tetapi akan kita rasakan bahwa di album ini mereka semakin berkompromi dengan selera pasar, ditandai dengan musik yang lebih easy-listening dan lirik yang lebih nge-pop serta style vocal M. Shadow yang semakin "bernyanyi" nyaris tanpa Screaming Voice ala Metalcore.

Tapi yang pasti album ini masih Worth-Buying apalagi buat anda para Metalheads yang ingin mengekspresikan sisi Romantisnya.
Masih dengan balutan musik Metalcore (yang semakin melemah tentunya) plus influence yang besar dari band2 Hard Rock/Heavy/Speed Metal 80-90an seperti GUNS 'n ROSES, METALLICA, PANTERA, IRON MAIDEN, dll. Dan lewat beberapa track didalamnya kita akan menjumpai Gitar akustik dengan musik bernuansa koboi seperti pada track Gunslinger dan Dear God, sedikit bercampur nuansa Orchestra pada track Afterlife dan adanya tambahan 'female backing vocals' yang akan menyejukkan hati lewat Unbound (The Wild Ride) dan Lost. Sementara track yang berjudul A Little Piece Of Heaven kita akan menjumpai sebuah keunikan, dimana musiknya bercampur dengan nuansa opera dilatarbelakangi choir-choir yang didominasi vocal Tenor dari choir-choir pria.

Secara keseluruhan album ini bagus, tapi mungkin sempat juga akn kita rasakan sedikit kebosanan jika dibandingkan dengan album mereka sebelumnya City Of Evil.